by : Widia Ambar Wati
Seandainya malam yang sepi ini dapat bersuara..
mungkin diri ini tak kesepian..
penantian diri ini hanya untuknya..
setiap saat tak lepas berdoa untuknya..
Tapi kini aku mulai nyaman
berbicara dengan dinding kamar..
Ibarat sungai yang kering tiada air..
menanti air Tuhan turun dari langit..
kerinduan pada dirinya tak pernah berhenti..
semakin bergeming.. berbisik.. mengalun indah..
Aku cinta kepadanya..
Tak terbatas waktu..
Takkan ada selain dirinya..
Cinta yang tlah kita bina..
Pahit manis berdua..
Demi cintaku yang hanya untukmu..